PERAN ORANG TUA JADI KUNCI, SOSIALISASI POLA ASUH ANAK DIGELAR DI DESA RESUN

503ccb7d-f662-417a-bbe7-a3401622ef2e

SOSIALISASI POLA PENGASUHAN ANAK

Pemerintah Desa Resun melaksanakan kegiatan sosialisasi pola pengasuhan anak yang dihadiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Resun Ibu Aci beserta Perangkat Desa, Ketua TP-PKK Desa Resun Ibu Eva Oktalia, kader Posyandu, kader BKB, serta masyarakat Desa Resun. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Siti Nor’aziah selaku Kepala UPTD PPA Kabupaten Lingga.

Dalam sambutannya, Sekdes Resun menyampaikan bahwa pola asuh anak merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi. Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.

Pada sesi pemaparan materi, Ibu Siti Nor’aziah menjelaskan bahwa pola asuh anak adalah serangkaian praktik dan interaksi yang dilakukan oleh pengasuh utama atau orang tua dalam membesarkan dan membimbing anak, yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Lingkungan keluarga, masyarakat, hingga media memiliki peran besar dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam kegiatan tersebut antara lain:

1. Dampak Pola Asuh terhadap Masa Depan Anak : Disampaikan bahwa pola asuh yang tepat akan membentuk anak yang percaya diri, mandiri, dan mampu mengambil keputusan dengan baik. Sebaliknya, pola asuh yang kurang tepat dapat berdampak pada rendahnya rasa percaya diri, kesulitan bersosialisasi, hingga munculnya perilaku menyimpang di kemudian hari.

2. Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkawinan Anak : Narasumber juga menjelaskan bahwa kurangnya perhatian, komunikasi, serta pengawasan orang tua dapat menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perkawinan usia anak. Anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional cenderung mencari pelarian di luar rumah tanpa pertimbangan matang.

3. Gaya Pola Asuh : Dijelaskan beberapa gaya pola asuh yang umum diterapkan, seperti pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Pola asuh demokratis dinilai lebih efektif karena mengedepankan komunikasi dua arah, aturan yang jelas, serta kasih sayang yang seimbang.

4. Kesalahan Umum Orang Tua : Beberapa kesalahan yang sering terjadi di antaranya membanding-bandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya, serta mengabaikan kebutuhan emosional anak. Sikap tersebut dapat menimbulkan rasa rendah diri dan luka batin yang berpengaruh hingga dewasa. 

Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan dalam mendidik anak di era saat ini. 

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua di Desa Resun semakin memahami pentingnya pola pengasuhan yang positif dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.