REMBUK STUNTING DESA RESUN TAHUN 2026

REMBUK STUNTING PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DESA RESUN

Selasa, 04 Agustus 2026, Pemerintah Desa Resun melakukan kegiatan rembuk stunting. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Resun, Bapak Hairul Mazi beserta seluruh perangkat desa, Wakil Ketua BPD Desa Resun, Bapak Herry Kusuan beserta anggota BPD, Tenaga Ahli Kabupaten Lingga, Bapak Yance, Camat Lingga Utara yang diwakili oleh Kasi Kesejahteraan Sosial, Bapak Safarudin, UPT Puskesmas Pancur yang diwakili oleh Ibu Zunika, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para Ketua RT/RW, Mahasiswa KKN STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Kader Posyandu, Kader BKB dan masyarakat Desa Resun.

Rembuk stunting ini merupakan salah satu rangkaian permusyawarahan desa untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2027. Dalam Rembuk stunting, pemerintah desa resun, Tenaga Ahli Kabupaten Lingga, Puskesmas Pancur, Pendamping Desa, Kader Posyandu dan BKB membahas permasalahan stunting dan langkah-langkah penanganan stunting. Stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang harus diatasi.

Sementara itu admin desa memaparkan hasil data KPM, yaitu data sasaran anak yang mengalami stunting atau gizi kurang, data sasaran remaja putri yang mengalami anemia, data sasaran calon pengantin, data sasaran ibu hamil dan data ibu nifas. Data KPM ini memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan stunting dan berperan penting dalam mengidentifikasi, memantau, dan mendampingi keluarga berisiko stunting.

Perwakilan dari UPT Puskesmas Pancur juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa remaja, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, pelayanan kesehatan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu. Selain itu, pentingnya menjaga sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan stunting.

Hasil rembuk stunting menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan desa, di antaranya peningkatan edukasi gizi kepada masyarakat, penguatan layanan Posyandu, pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pengalokasian anggaran desa untuk mendukung program percepatan penurunan stunting.

Hasil dari rembuk stunting lebih memperhatikan tentang lingkungan dan sanitasi guna mendukung kesehatan keluarga. 

Melalui rembuk stunting ini, diharapkan  kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gizi anak dan ibu hamil.