FORUM ANAK DESA RESUN GOTONG ROYONG AMBIL KAYU SAMBUT TRADISI MALAM 7 LIKUR DAN HARI RAYA

528dc857-501a-4341-ab95-cba7ce3dcbe4

FORUM ANAK DESA RESUN GELAR GOTONG ROYONG PENGAMBILAN KAYU DALAM RANGKA SAMBUT MALAM 7 LIKUR DAN HARI RAYA

Resun, 08 Maret 2026. Forum Anak Desa Resun melaksanakan kegiatan gotong royong pengambilan kayu sebagai bagian dari persiapan menyambut malam 7 likur dan malam Hari Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2026 dengan antusiasme tinggi dari para anggota Forum Anak Desa Resun.

Pengambilan kayu ini merupakan langkah awal dalam rangka persiapan pemasangan Lampu Cangkok (pelite), sebuah tradisi yang sudah lama melekat di Desa Resun. Sesuai dengan tradisi yang berlaku, setiap tahun pada malam 7 likur dan malam Hari Raya, seluruh jalan di Desa Resun akan dipasangi Lampu cangkok (pelite).

Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kegembiraan dalam menyambut hari besar, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan kekompakan masyarakat desa.

Para anggota Forum Anak Desa Resun bekerja sama dengan semangat, saling membantu dalam proses pengambilan dan pengumpulan kayu yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar atau penyangga untuk pemasangan Lampu Cangkok (pelite).

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi momen yang baik untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama anak desa serta melestarikan budaya dan tradisi lokal agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ketua Forum Anak Desa Resun menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan desa, terutama yang berkaitan dengan pelestarian tradisi dan kebersamaan masyarakat. “Kami bangga bisa berkontribusi dalam mempersiapkan tradisi desa ini. Semoga pemasangan Lampu Cangkok (pelite) nanti bisa berjalan lancar dan membuat suasana malam 7 likur serta Hari Raya di Desa Resun menjadi lebih meriah dan indah.

Kegiatan gotong royong berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan. dan diharapkan tradisi pemasangan (Lampu Cangkok) pelite di sepanjang jalan Desa Resun dapat terus berlangsung setiap tahunnya, menjadi ciri khas desa yang membedakan dan mempererat kebersamaan seluruh warga.